flas

Baros45

Selasa, 14 Juni 2011

KKN STKIP PGRI Ngawi

Tanggal 9 Juni kemarin ada acara Pra-KKN di Audotorium STKIP PGRI Ngawi. Hanya Pra Ajeee og,.,.,
penjelasanya hanya sekitar (Tempat/Lokasi KKN,) sedangkan pelaksanaanya Pada:
Hari/Tanggal : Senin,4 JULI 2011
Lokasi ; Lingkup Ds, Ngrambe
Kelompok KKN STKIP PGRI Ngawi terbagi menjadi 20an kelompok. Disamping itu ada desah_desus dengan pembagian kelompok tersebut, kemarin ada sekitar 7 orang yang belum mendapatkan kelompok, Paling lambat pembayaran KKN tanggal 2 Juli. Sayang Transparasi dana tersebut tidak di umumkan secara terperinci kepada Para Mahasiswa.... Sekilas Info dari hasil Pra KKN kemarim (tgl 4-6-2011)

Analisis Ayam Kampus Kota, 

(Studi Kasus pada Mahasiswi “ayam kampus” di Kota Ngawi)

Agus Nanang Siswoyo (Baros45)

Abstract

Kampus adalah satu ikon penting sebagai tempat berlangsungnya pendidikan. Kampus dianggap sebagai tempat belajar yang cukup kompeten karena mahasiswa bisa menggantungkan impian, cita-cita dan masa depan. Mahasiswa yang tengah mengenyam pendidikan tinggi tidak sekedar masuk kuliah atau mengikuti ujian sebagai syarat kelulusan. Mereka yang akan segera terjun ke masyarakat untuk menerapkan ilmu yang dimiliki, tentu diharapkan juga bisa mengembangkan diri agar bisa menjadi sarjana yang berkualitas, kreatif, kritis dan bertanggung jawab. Seiring laju globalisasi yang begitu pesat, berbagai permasalahan muncul dalam dunia Pendidikan Indonesia. Kasus kriminal seperti peredaran narkoba, pergaulan bebas, pola hidup hedonis dan keberadaan ayam kampus menjadi kehidupan yang identik dengan dunia kampus. Fenomena keberadaan ayam kampus saat ini semakin menjadi dan cukup merisaukan masyarakat banyak. Kehadiran mereka pun disebabkan oleh banyak faktor yang perlu diketahui. Keadaan ini menyebabkan pendidikan mengalami degradasi. Keberadaan mereka pun disadari butuh perjuangan untuk tetap berada di tengah-tengah masyarakat. Untuk itu mereka melakoni peran yang rumit, yaitu berperan sebagai anak yang baik di depan keluarga, berperan sebagai mahasiswi yang normal seperti kebanyakan mahasiswi-mahasiswi. Banyak peran yang mereka lakoni agar keadaan mereka sebagai ayam kampus tidak diketahui. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatitif dengan pendekatan analisis teori dramaturgi. Dalam hal ini, data dikumpulkan dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan didukung dengan pencatatan dokumen yang berasal dari jurnal dan surat khabar serta situs internet. Lokasi penelitian ini berada di 2 kampus di Kota Ngawi yaitu : Universitas SURYO (UNSUR), Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP). Informannya ialah: Penghubung (Germo) dan Ayam kampus. Dari hasil penelitian terhadap 10 ayam kampus di perguruan tinggi "ITU" menunjukkan bahwa mahasiswi yang menjadi ayam kampus mempunyai faktor-faktor yang berbeda-beda. Tampak dari faktor yang ada, beberapa diantara hasil penelitian ialah banyak kepada faktor ekonomi, faktor kecewa terhadap laki-laki, faktor kepuasan diri terhadap hubungan seksual dan faktor gaya hidup,Salah satu faktor buat saya yg g Lazim adalah karena gaya hidup. Menakjubkan lagi saya pernah berkenalan dengan salah satu AYAM di perguruan tersebut, Herannya saya dia hidup dalam lingkungan Kaum Priyayi, datang menghampiri saya saja menggunakan Mobil Suzuki, /bulan mendapat uang saku Rp. 3.000.000,- dari orangtuanya, masih saja berjualan gituan...Daaaasaaar,,
Kehidupan ayam kampus dianalisa dengan teori dramaturgi  dimana kehidupan mereka merupakan pertunjukan yang mereka atur, sutradara, dan lakoni sendiri dengan konsep ‘pertunjukan dramanya sendiri’. Dengan konsep dramaturgis dan permainan peran yang dilakukan oleh ayam kampus, terciptalah suasana-suasana dan kondisi interaksi yang memberikan makna tersendiri. Munculnya pemaknaan ini sangat tergantung pada latar belakang sosial masyarakat itu sendiri. Lakon yang diperankan oleh ayam kampus itu dimainkan dengan sebaik mungkin untuk tidak menunjukkan identitas asli mereka kepada khalayak ramai terutama kepada keluarga dan orangtua. Identitas palsu pun beredar, dengan alasan untuk menjaga kerahasiaan. Jasa yang mereka berikan tidak semurah pelacur dijalanan. Ada pelayanan tersendiri, dilihat dari dimana mereka menuntut ilmu. Harga Ayam Kampus di Kota Ngawi pun beragam, dari yang paling mahal Rp. 1.000.000,- sampai yang paling Murah Rp. 250.000,- (Konsumsi + Penginapan di tanggung Konsumen)..














(GambarAyam Kampus. 1.0)

Senin, 13 Juni 2011

Baros45

STKIP PGRI NGAWI 

Selamat Datang di STKIP PGRI Ngawi


STKIP PGRI Ngawi adalah sebuah lembaga pendidikan tinggi di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, yang menghasilkan tenaga kependidikan yang memiliki keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif.Secara umum, lulusan yang dihasilkan oleh STKIP PGRI Ngawi adalah tenaga kependidikan yang diharapkan memiliki karakteristik sebagai berikut:Menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian di bidang kependidikan pada taraf yang relatif tinggi dan dapat menerapkannya secara profesional di dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan nasional, Menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesenian di bidang kependidikan pada taraf yang relatif tinggi dan secara akademik dapat mengembangkan serta menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesenian baru sesuai dengan bidang keahliannya yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat sehari-hari dan kebutuhan pembangunan nasional, Memiliki kemandirian dan sikap positif pada pekerjaan di bidang kewirausahaan serta mau menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga para lulusan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mampu bersaing dalam era pasar bebas, Memiliki kemampuan untuk berkembang dan beradaptasi dengan berbagai perubahan yang muncul serta mampu memecahkan berbagai masalah yang terkait dengan bidang kependidikan, dan Memiliki sikap kritis, inovatif, mandiri, terbuka, berdedikasi, bermoral tinggi, dan mampu bekerja sama dengan pihak lain untuk pengembangan diri dan tujuan-tujuan yang positif